Rabu, 14 April 2010

Let's Restart This!

Hey, I would like to reboot my blog so it has something more than only private things. How if talking about Magic: The Gathering??

If you don't know what Magic: The Gathering (or MTG) is, probably you are not:

1. A geek

2. A nerd

Okay, back to the topic. Magic: The Gathering is the first Trading Card Game (TCG) which means it's a card game. It's not like Poker, but it's more like Yu-Gi-Oh! The main point of MTG is usually beating your opponent's life point from 20 to 0 by using 60 cards on deck. I say "usually" because there are some unique ways that I'll explain about them on another article.

Unlike Yu-Gi-Oh!, each element (or color) in MTG have their own philosophy and strategy, such as:

-White: The color of protection and militia. Usually it's defensive by gaining life or using mass removal like Wrath of God, but it can go offensive by using strategy known as White Weenie.

-Blue: Both of active and passive color, by active means blue can casting spells on opponent's turn to handle things, and by passive means it waits its opponent cast a spell, then Counter it.

-Black: Black can do anything that other colors do, at a price, mostly by paying life, or sacrificing creatures. But of course black has its own strategy, like destroying creatures, discard, or even bring the dead creatures back!

-Red: RIGHT HERE AND NOW!!! If you don't like to thinking about long-term plans, then red is good for you. It has direct damage cards (called burn) to creature, player, or even both. And red creatures are faster than any color, which means faster to come, and faster to die :P

-Green: Welcome to the jungle! Think about trees and beasts. Trees means green provides mana (the currency on MTG) when beasts, yeah, are beasts with colossal size.

Seriously, you'll regret if you not playing this very awesome game. I'll explain more about MTG on this blog, so stay tune! :D

Senin, 21 Desember 2009

Farewell

Ini postingan terakhir blog gw karena udah lama banget ga diurus, dan gw udah mutusin buat pindah ke blognya Kaskus, so, see you there! :D

Jumat, 17 Juli 2009

Demolizm

Ok, gw agak males buat ngelanjutin cerita Gashuku gw hehe, tapi gw mau nyeritain pengalaman gw kemarin tentang demo exkul BKC (Bandung Karate Club bagi yang belum tahu mah.) Berawal gw masuk sekolah dan belajar seperti ga ada kegiatan MOS, padahal gw liat tahun kemarin kakak kelas ga belajar XD Pertamax pelajaran kimia, dan gw agak ngantuk-ngantuk gitu gara-gara gw tidur larut malam gara-gara keasikan ngenet di rumah hehe, dan sempat kepergok guru ketika dalam keadaan ngantuk begitu, untungnya guru-guru (disebut guru-guru karena yang ngajar di kelas gw ada 2 guru sekaligus, kayaknya sih ini gara-gara gurunya kesepian ga bisa ada yang diajak ngobrol kalau sendirian mah :P) setelah kimia dilalui dengan pelajaran ternightmare keduax di sekolah (pelajaran paling nightmare itu seni musik karena... ntar aja gw jelasin :P) yaitu Bahasa Inggris!!! Kenapa gw bilang nightmare??? Karena gurunya ga punya toleransi sama yang namanya dispensasi, izin, sakit, apalagi alpha (semua guru mah ga toleran sama alpha ya? Hehe) Bayangin ya kalau sakit siapa juga yang mau??? Untuk mereka yang ga ikut pelajaran Herlintje (nama guruny,) harus nerangin alasan kenapa dia ga bisa masuk waktu itu, dan juga harus nerangin materi yang sudah diajarkan Herlintje ketika dia ga masuk. Nah apesnya, pas pelajaran dia teman-teman exkul BKC manggil-manggil gw dari luar kelas buat segera cabut dispen. Gw ya jelas aja nolak ajakan mereka karena gw takut sama Herlintje, teman gw juga si Isal (ikut BKC juga dia) takut.

Dan yang paling parah adalah ketika gw presentasi di depan, teman gw si Azri yang ga tau malu masuk ke kelas gw buat nyerahin kertas dispen. Gw jelas aja akting deg-degan sampai gemetaran (lebay ah gw wkwk) takut kenapa-kenapa, eh dan ternyata firasat gw benar, Herlintje bilang gini "Kamu dan teman kamu (si Isal maksudnya) boleh keluar buat dispen, tapi absen kalian akan saya coret." Setelah diultimatum begitu, gw dan Isal makin ga berani keluar kelas. Untungnya pas 1/2 jam sebelum istirahat dia nyelesain pelajaran. Alasan dia mah anak-anak di kelas dikit gara-gara banyak yang di dispen. Fuh, coba dari tadi dia gitu, sejahtera dah hidup gw wkwkk (lebay ah gw :P) dan akhirnya gw dan si Isal cabut ke SMK 3 buat demo yang pertamax jam 11.

Sebelum demo, tentu aja ada gladi resik dulu. Setelah itu, kita berdoa agar semuanya berjalan lancar seperti yang diharapkan, Amin. Dan tim demo BKC pun pergi ke aula yang berada di lantai 3. Ketika giliran tim Enbu (tim drama BKC Dojo SMA 4 Bogor,) antusias anak-anak barunya tinggi banget, dan tentu aja bikin semangat dan tanpa beban dalam melakukan gerakan, yang akhirnya dramanya berakhir bagus. Setelah itu kita pun kembali ke SMA 4 jam 1 siang.

Satu hal yang kontras banget antara penampilan di SMK 3 dan SMA 4 tadi adalah antusiasme anak-anaknya, kayak yang ga ada minat hidup sama sekali hehe. Tapi beneran, setiap demonstrasi gerakan selesai, (kayak apa aja nih ^^) harus disuruh tepuk tangan dulu baru baru anak-anaknya tepuk tangan. Belum lagi pas demo gw lagi disuruh nyari operator mic gara-gara micnya ga bunyi, dan gataunya drama udah berjalan, jadi aja gw masuk ke drama agak terburu-buru. Mungkin karena antusiasme penonton kurang, akhirnya kitapun jadi down, sehingga ada adegan drama yang lupa dilakukan. Begitu juga ketika pemecahan, garing ga ada yang tepuk tangan kecuali anak-anak BKCnya sendiri. XD Apalagi ketika Kang Dedi, pelatih Dojo SMA 4 dan SMP 9 (sebenarnya beliau melatih juga di Dojo lain, cuman gw kurang hafal di mana aja selain di SD Polisi 4, SMK 3, ATS (Atang Senjaya), dan KIPOM) melakukan teknik pemecahan di mana satu hebel diposisi tidur, dan di atasnya ada hebel lagi dengan posisi berdiri. Hebel yang posisi berdiri itulah yang akan dipecahkan dari samping. Kalau kurang pengalaman pasti hebelnya akan jatuh, baru belah, tapi karena Kang Dedi sudah berpengalaman, jelas aja pecah dulu baru jatuh hebelnya hehe. Sayang kurang apresiasi nih, dan masih banyak kekurangan dari demo BKC di SMA 4, tapi gw dan yang lainnya dijadikan pelajaran agar demo berikutnya di SMP 2 (kampung halaman yeuh :P) dan 9 bisa lebih baik dari yang sekarang Amin. :o

NB: Video dan picnya menyusul, gw belum dapet euy :P

Rabu, 08 Juli 2009

Gashuku

Ehm, banyak orang yang ga tahu kali ya kalau gw ikutan ekskul BKC (Bandung Karate Club) di sekolah tercinta SMAN 4 Bogor. Ada 1 acara tahunan yang dibuat oleh BKC, yaitu Gashuku. Gashuku yang gw ikutin kemarin tanggal 29 Juni - 3 Juli adalah Gashuku yang ke-36, yang sudah pasti setelah Gashuku yang ke-35 :P gw dan rombongan BKC Bogor yang terdiri dari sekitar 20-an Masa Bina (disingkat USM yang berarti dari sabuk putih sampai coklat strip-1 yang belum mau/bisa lanjut ke sabuk hitam Dan I) dan 10 peserta Ujian Sabuk Hitam (disingkat USH, yaitu sabuk coklat strip-1) dan 5 pembimbing, tepatnya Majelis Sabuk Hitam/MSH(Kang Den, Kang Deni, Kang Sis, Kang Maul, 1 lagi Kang Fadly baru datang pas hari ketigax karena sebelumnya masih ada urusan di Bogor.) Kita berangkat sekitar jam 7-an lah. Gw bagi-bagi aja ya kegiatan tiap harinya persubbab (kayak buku pelajaran aja nih ^^)

  • Hari Pertamax (29 Juli 2009)

          Gw tiba di Pondok Puragabaya sekitar jam 1 siang padahal rencananya tiba sekitar jam 10-an gara-gara mendapatkan musibah mesin busnya ngadat, untungnya berhenti di SPBU, kalau di jalan tol habislah sudah. Sepanjang perjalanangw mencoba untuk tidur, tetapi karena jalannya ga mulus jadinya kepala gw terantuk-antuk dan merasakan sensasi yang ga enak banget XD sementara teman seperjalanan gw, Ferry dari dojo Sabak (Satu Bakti) ngedengerin lagu dari HPnya, yang disalurkan(?) lewat headset, sedangkan gw sendiri kalau lagi ga berpura-pura tidur cuman bisa FB-an gara-gara MMC gw yang 256 MB ilang :( mana batre HP gw itu ngedrop lagi, jadinya cuman bisa nikmatin (kayak apa aja nih :D) HP gw sebentar :(. Ok lanjut lah ke inti acara. Selama Gashuku, para peserta menginap di sebuah pondok, tepatnya sih rumah penduduk yang tinggal di situ yang berbaik hati untuk menyediakan tempat tinggalnya agar diinapi (jadi kayak pesakitan kalau istilahnya begini mah -_-') oleh para peserta Gashuku. Setelah istirahat, semua peserta disuruh kumpul ke lapangan buat acara pembukaan.

         Ternyata lapangan yang digunakan untuk acara Gashuku ini terdiri dari 3 buah lapangan yang berbeda ukuran dan ketinggian (lihat gambar di kanan, kira-kira kayak gini lah keadaannya. Lapangan USH paling tinggi, disusul dengan lapangan 1, 2, dan 3. Lapangan 3 ga sekecil itu sih sebenarnya, agak lebaran dikit, tapi terpaksa gw "crop" biar gambarnya keilatan imbang) XD Alhasil dengan segala perbedaan ini mengakibatkan kecemburuan sosial bagi yang ingin melihat jalannya upacara (yang jelas sih bukan gw orangnya :P) Gw sendiri waktu itu ada di lapangan 2, dan belum ada yang di suruh untukbaris di lapangan 3 (kalau gw ga salah.) Seperti upacara lainnya, tentu saja ada penghormatan, tetapi karena yang upacara adalah Karateka, tentu saja hormatnya lain, bukan seperti yang biasa dilakukan di sekolah atau tempat lainnya, tetapi dilakukan dengan cara membungkuk, lalu berkata "Osh!" Setelah pidato pembukaan yang disampaikan oleh Kang Iwa (Sang pendiri BKC yang jabatannya adalah Ketua Dewan Guru (KDG,)) ada juga sambutan dari wakil gubernur Jawa Barat, yaitu Pak Dede Yusuf (yang dulu suka main sinetron itu lho ^^) dan Kodam III Siliwangi. Setelah upacara yang pengap karena banyak orang berjejel dalam satu tempat (untung outdoor, coba kalau indoor, pasti banyak yang "tewas" di tengah jalan hehe) dan juga ketidakjelasan acara, akhirnya ada istirahat untuk makan malam sekitar dua jam. Satu hal yang patut diperhatikan adalah antrian makannya panjang banget kalau telat ngambilnya, sehingga kalau ga cepat-cepat ngambil, bisa kelaperan di antrian. Dan akhirnya acara pembinaan hari pertamax pun dimulai jam 7 malam.

         Pertamanya gw shock juga begitu tiba di lapangan, karena ada live show dangdutan di panggung terlebih dahulu XD. Gw yang berpikir kalau setelah ini akan ada semacam latihan fisikpun melakukan stretching terlebih dahulu buat jaga-jaga, karena pengalaman gw itu acaranya ga ada sesi stretching, langsung ke latihannya. Dan ternyata gw benar, Akang-akang dan Teteh-teteh menginstruksikan kami para peserta untuk baris di lapangan sesuai gender dan status, status di sini adalah sudah bekerja apa belum. Lapangan 1 untuk cowok, lapangan 2 untuk cewek, sedangkan lapangan 3 untuk karyawan dan ABRI (cowok only.) Lapangan USH jelas aja dipakai untuk peserta Ujian Sabuk Hitam. Acara pembukaan dipimpin oleh Kang Yakob, salah satu Anggota Dewan Guru (gw sendiri ga tahu apa beliau itu sudah Dan V apa Dan VI.) yang menugaskan agar setiap barisan yang ada dipimpin oleh 1 orang (namanya juga pemimpin, masa 2 orang ah???) dan tiba-tiba gw ditunjuk oleh seorang MSH buat jadi pemimpin, gw agak males juga sih soalnya gw bakal ada di paling depan, yang bisa saja ditunjuk ke atas panggung buat jadi "artis." Tapi untungnya cuman buat salam aneh dengan cara setengah jongkok, memutar lutut sambil berkata "Oee!" kayak bayi nangis gimana sih nadanya. Ternyata teman 1 dojo gw Besty kena juga jadi ketua sehingga gw merasa ga sendirian karena penderitaan ini hehe.

         Setelah itu diadakan latihan seperti biasanya di Dojo yang dipimpin oleh Kang Tony, dengan selingan-selingan seperti nyanyi lagu, melakukan gerakan-gerakan malu-maluin, dan lain-lain. Akhirnya acara hari pertamaxpun selesai jam 12 tengah malam, dan semua peserta pun kembali ke pondok mereka masing-masing dengan perasaan letih, lesu, lelah, lemah, dan lunglai (promosi produk nih ceritanya hehe.)

Hari-hari berikutnya gw posting nanti ya, soalnya gw capek ngetiknya hehe

Jumat, 26 Juni 2009

Ye Olde Days

Entah kenapa, mendekati liburan ini gw pengen menceritakan pengalaman gw ketika lulus dari kelas 3 SMP (berarti setahun yang lalu.) Waktu itu gw lupa tanggal berapa, apa gw udah UN apa belum, yang pasti gw waktu itu ikut daftar ke SMAN 1 Bogor (yang dipanggil Smansa) buat ikut tes RSBInya, karena gw ga tahu kalau sekolah lain juga mengadakan tes masuk RSBI pada hari yang sama (selain ga dikasih tahu oleh pihak sekolah gw, SMP N 2 Bogor a.k.a. Dhosa.) Ya gw ikut testnya yang ternyata kebanyakan pelajaran SMA kayak logaritma (sebenarnya SMP juga ada, tapi ga diajarin.) Waktu interviewnya juga gw sebenarnya bisa bahasa inggris, tapi karena gw ga pandai untuk mengolah kata-kata, jadinya ada jawaban ngaco seperti "physics" yang artinya "fisika" menjadi "psychic" XD ya dan waktu tes komputer juga gw ga bisa merging table dari atas ke bawah, dan alhasil gw pun ga diterima di RSBI Smansa. Agak kecewa juga sih soalnya nanti dimarah-marahin nyokap padahal gw sudah belajar (maksimal atau nggak gw juga ga tahu :P) dan teman-teman gw yang lain juga ada yang diterima lewat jalur prestasi (gw mikir "Damn, kok gw ga tahu ya kalau dulu dia ikut lomba blablabla, gw kagak pernah diajak guru nih buat ikut lomba-lomba selama di SMP :(, padahal kalau menang siapa tahu gw dapat duit :P")

Okay, setelah kegagalan di jalur RSBI, gw mencoba untuk berharap dapat NEM yang tinggi biar masuk SMA bagus, namun ternyata gw dapatnya 34, 80! Nyokap gw shock waktu itu (gw mah kaga :P) dan sampai nangis (maaf ya, Ma :() dan akhirnya SMA yang bisa dipilih oleh gw adalah SMAN 4 Bogor, SMAN 7 Bogor, atau SMA Plus YPHB (SMA swasta ceritanya.) Gw milih SMA 4 tetapi nyokap dan kakak gw nyaranin ke SMA 7, katanya biar gw gaul (bisa dibilang di SMP gw termasuk anak cupu juga sih, sampai sekarang juga :P) dan akhirnya gw nanya ke nyokap "SMA 7 jauh ga sih? Kalau jauh Alan ga mau sekolah di situ." Dan akhirnya gw dan nyokap naik angkot untuk pergi ke SMA 7.

Seperti yang gw bayangkan, SMA 7 itu jauh banget dari rumah gw, bukannya gw ga suka tempat jauh karena bakal capek secara gw cowok gitu, tapi karena gw harus melewati beberapa lampu merah yang sudah jelas membuang waktu dari rumah gw yang dulu ada di Muara Lebak (daerah dekat Empang lah bagi orang Bogor yang tahu ada di mana daerah Empang itu) sehingga mungkin gw harus berangkat sebelum shalat subuh dan sholat subuh di mushala SMA 7 (atau masjid? Gw ga tahu adanya apa di sana) :P Selain itu juga lumayan jauh dari jalan raya sehingga harus berjalan lagi agak lama (yang gw pikir di sini berapa waktu yang diperlukan untuk mencapai sekolah, dan ternyata 1/2 jam lebih! Well, ternyata perhitungan gw yang tadi salah :P) dan gw pun bertanya kalau YPHB ada di mana, nyokap gw jawab "Ya ga begitu jauh dari sini lah." Yang dimaksud "sini" oleh nyokap itu SMA 7, jelas aja gw kaget dan berkata "Malas ah Ma, mending di SMA 4 aja." dan nyokap gw bilang "Ya udah SMA 4 aja, kalau ga tembus berarti YPHB. Terus pindah ke sekolah lain aja pas semester 2nya." Dan gw berpikir "Ga apa-apa lah." Dan akhirnya tiba juga di saat penerimaan siswa baru, dan akhirnya gw diterima di SMAN 4 Bogor! Alhamdulillah, kalau begitu berarti ada 3 orang di keluarga gw yang merupakan siswa/i SMAN 4 Bogor (nyokap, kakak gw, dan gw hehe, apakah adek gw bakal masuk situ juga?? Let's see...) Tapi gw miris juga begitu melihat teman-teman gw "yang biasa-biasa aja" masuk SMA yang bagus kayak SMAN 3 Bogor (disingkat Smanti), SMAN 6 Bogor (disingkat Smanam) di tingkat RSBinya dan gw mikir lagi "Damn, kapan mereka daftarnya??" Ternyata mereka testnya pada waktu bersamaan gw lagi test RSBI di Smansa, ya tapi sudahlah, menurut gw di SMA 4 juga enak, keenakannya adalah sebagai berikut:

  • Ga perlu bawa buku cetak, karena disediain oleh perpusnya
  • Jadwal pulang yang lebih awal dari SMA lain (sekitar jam 2.15 lah)
  • Hari Sabtu libur!! (Sebenarnya buat ekskul sih, jadi kalau yang ekskulnya jadwalnya bukan di hari Sabtu ataupun ga punya ekskul, berarti libur buat mereka)
  • Dan yang paling penting, jarak SMA 4 dekat dengan rumah gw, sehingga tinggal jalan aja untuk mencapai ke sekolah.
Well, sekarang gw berpikir kalau SMA 4 masih enak sehingga gw ga mau pindah dari situ, dan juga gw jadi wakil kota Bogor di ajang OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat provinsi baru-baru ini (hasilnya gw belum tahu, katanya pertengahan Juli ini atau awal Agustus, sedangkan lomba tingkat nasionalnya sehingga gw berpikir "SMA gw ga kalah sama SMA lain, cuman ya kurang terdengar gaungnya aja di masyarakat" sehingga gw punya ambisi agar SMAN 4 Bogor terkenal di kota Bogor (ga usah muluk-muluk sampai terkenal di Jawa Baratlah, yang penting dikenal kota sendiri dulu.) Doakan semoga gw sukses dalam menjalani hidup dan ambisi gw ini, Amin!!

Selasa, 23 Juni 2009

Hari (sok) sibuk...

Semua dimulai ketika gw pengen ngeblog gara-gara ngeliat blog temen gw (udah dapat izin dari empunya blog) entah kenapa gw jadi "panas" dan pengen ngurusin blog gw lagi setelah beberapa tahun tidak diurus :P

Ahem, belajar dari blog dia, gw mencoba untuk menuliskan kehidupan sehari-hari gw yang ga menarik.

Semua dimulai ketika gw bangun dengan malasnya pada jam 7.30 karena dipanggil nyokap untuk sekolah, ternyata nyokap gw terima SMS dari wali kelas gw, ibu Ai Nurhasanah sang guru kimia. Katanya nilai pratik bahasa Perancis gw jelek. Jelas aja gw agak kaget karena praktik bahasa Prancis gw lulus SKBM. Gw bingung dan ternyata itu semua gara-gara gw ga ikut test praktik kedua yang ternyata masuk ke nilai rapot. Alhasil gw agak bt juga mendengar hal ini karena kata guru bahasa Prancisnya hanya praktik pertama yang masuk nilai rapot. "Madam boong," begitulah pikiran gw saat itu dan langsung gw tuliskan di status fb gw. Gw sendiri memang harus ke sekolah karena ngumpulin tugas geografi gara-gara gw ga ikut remedial uhb pertama di semester 2 (padahal gw ikut :(, ada-ada aja nih guru :mad:.) dan juga buat nagih card reader yang kemarin dipinjem temen gw si Rianty (btw, dia adiknya madam.) Akhirnay gw berangkat jam 1/2 10 karena ngaskus dan ngurusin Rock Legends dan Mafia Wars di FB. :P

Setelah gw sampai di sekolah, gw pergi ke ruang UHB untuk memberikan makalah geografinya, ternyata gurunya ga ada XD, alhasil gw taruh di mejanya, di atas makalah teman gw yang sama-sama dituduh ga ikut remedial uhb pertama di semester 2. Kemudian gw ngeloyor ke ruang lab buat nanyain Bu Ai tentang nilai-nilai gw. Dan ternyata, nilai-nilai gw banyak yang di pensilkan! XD Gw yang bingung, jelas bertanya kepada bu Ai, "Ibu, kok nilai saya banyak yang di pensil??" Bu Ai, yang mukanya terlihat sedang bingung pun menjawab "Nilai kamu teh turun dari yang semester 1, makanya ibu pensil soalnya yang 10 besar tuh diikutin buat program PMDK. Kamu mau ga masuk 10 besar lagi?" Dan gw membandingkan nilai-nilai semester 2 dan semester 1, ternyata bedanya hanya sedikit XD Karena gw anak berbakti kepada orang tua, (tepatnya takut kalau dimarah-marahin orang tua :P) akhirnya gw tanya apa yang harus gw lakuin, dan bu Ai bilang "Coba kamu tanya ke masing-masing guru buat dikasih tugas." Sebenarnya gw agak males, ya tapi daripada gw didamprat bonyok, akhirnya gw nanya ke guru-guru tersebut, dan perjalanan mencari guru pun dimulai.

Guru yang pertama gw tanyain adalah bu Kania, guru sejarah yang juga alumni SMAN 4 Bogor, gw tanya tugas apa yang harus gw lakuin biar nilai gw naik, dan dia nyuruh gw buat makalah 10 halaman tentang salah satu bab pelajaran sejarah untuk kelas X, dikumpulkan besok sebelum rapat kelulusan (atau entah apa namanya) yang berlangsung pada jam 8 pagi. Gw pun menyanggupinya demi mendapat sesuap(?) nilai (semoga gw ga bangun siang besok, Amin.) Setelah bu Kania, gw disuruh ke rumah madam (untung ga jauh dari sekolah) buat memperbaiki nilai praktik bahasa Prancis. Kebetulan juga ada teman gw, namanya Arnold, yang mau ke rumah madam juga, dan akhirnya gw dan Arnold pun pergi bersama-sama.

Oh ya, ada satu kata yang cocok banget buat Arnold, GARING!!! Sumpah, kalau bareng dia usahain jangan ngomong apa-apa, karena mau niat dia ngelucu apa nga tetap garing (di kelas gw, orang yang garing itu diacungin jempol sama orang lain. Malah suka gw kata-katain "S-S-SUE!!" keapda orang yang diacungin jempol.) Gw dan Arnold pergi ke rumah madam melewati kuburan Dreded. Dinamakan Dreded karena dulu daerah tersebut bekas tempat para pahlawan yang dieksekusi Belanda (apa Jepang ya?) dengan ditembaki machine gun, karena suara machine gun itu "dreded dreded," dan untuk menghormati pahlawan-pahlawan tersebut, maka dinamakanlah daerah tersebut "Dreded."

Selama di perjalanan, Arnold kerjaanya ngegaring terus, yang bikin telinga gw sumpek dengernya, karena dia ga pernah kapok untuk ngegaring, tapi untunglah tidak lama kemudian sampai ke rumah madam. Gw dan Arnold menyapa madam yang kebetulan ada di ruang tamu (ruang tamunya ada di dekat pintu masuk, tapi kayaknya setiap rumah pasti begini deh??) gw dan Arnold masuk ke dalam rumah madam, dan gw berdua pun bertanya kepada madam apa yang harus dilakukan agar nilai bahasa Prancisnya tuntas. Semula gw kira harus mempresentasikan kegiatan sehari-hari seperti yang sudah dipresentasikan oleh orang lain (ngerti maksudnya? Gw juga kagak :P), tapi ternyata tugasnya lebih "gampang," dan akhirnya tugasnya pun selesai. Gw dan Arnold berencana untuk kembali ke sekolah.

Ketika di perjalanan, Arnold bertanya nilai apa aja yang kena remed, gw bilang cuman praktek bahasa Prancis tapi nilai-nilai yang lain harus gw kejar biar masuk PMDK (damn!) dan gw bilang salah satu dari nilai yang kurang itu adalah geografi. Kemudian gw pun menceritakan kejadian tadi pagi (yang mengumpulkan makalah langsung ke meja gurunya,) tapi Arnold bereaksi bahwa kalau dikumpulkan seperti itu, malah akan disuruh membuat makalahnya lagi karena gurunya ga merasa bahwa anak tersebut pernah mengumpulkan tugasnya dan mengira bahwa anak itu mengumpulkannya telat (padahal memang guru tersebut ga akan pernah ingat kalau si anak pernah ngumpulin tugasnya, wong ngumpulinnya pas dia ga ada.) Kemudia gw buru-buru ke ruang UHB dan langsung memberikan tugasnya kepada bu Ai, karena yakin bahwa bu Ai akan menyampaikan tugas saya ke guru geografinya.

Sekian dulu ceritanya, karena selanjutnya tidak ada hal yang menarik lagi pada hari ini, semoga besok gw ga bangun telat, Amin!

Minggu, 23 Desember 2007

KENAPA PACARAN???

Kenapa pacaran?
Sebuah pertanyaan dodol dari gw.

Bingung juga sih knapa. Ada yg pacaran karna "ditembak" ma orang. Ada juga yg pacaran karna katanya "Butuh kehangatan cowo/cewe". Ada juga yg iseng.

Bingung juga sih apa yg dimaksud dengan "kehangatan". Karna klo mau hangat bisa juga ga usah cari cowo/cewe, cukup dengan memasukkan tangan ke air mendidih. (Pertanyaan disini adalah "Apakah anda sudah merasa hangat?")

Yg iseng sih trgantung. Klo misalnya mau jailin orang gt. Gak ada kerjaan. "Daripada ngebokep (Bner juga sih.)." Katanya*. Tp masih mending sih, daripada orang yg brlomba2 buat dapetin pasangan terbang, eh pasangan terbanyak. Klo ini sih udah mencapai tahap "Bento". Knapa? Karna sepeti lagu yg berjudul sama karya Iwan Fals (Bg yg tidak tahu harap cari di search engine, atau klo mau yg bih dkt tanya orang skitarmu.) liriknya sih "Wajahku tampan (Bagi yg mrasa aja. Klo bukan ganti jadi "Wajahku jelek".). Banyak simpanan" (Uangkah? Mobilkah? Peliharaankah? (Jangan kesinggung.)).

Yg trmasuk tahap "Bento" sih udah trmasuk lumayan parah. Knapa? Brarti yg kayak gini udah gak punya hati nurani! Cuman nganggep cinta adalah kompetisi, bukan sesuatu yg bisa menyenangkan kedua belahpihak. Karna yg satu akan tersakitin smentara yg lain brsenang2 krna dah mnang taruhan. (Klo yg ini sih udah trmasuk kasian sih. Soalnya cinta bukanlah permainan, tapi perasaan.)

Anyway, setelah ngomong panjang lebar dapat disimpulkan bahwa klo pacaran tuh bukan untuk kompetisi atau taruhan, tapi sebagai wujud rasa sayang kita terhadap orang yg kita cintai.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
*Mungkin ada juga sih yg ngomong gini.